Bayi kejang - kejang tanpa demam, apa penyebabnya?apa solusinya?

Seminggu yang lalu teman saya panik dan gak tahu harus ngapain tiba - tiba anaknya yang masih balita kejang tanpa demam. karena panik langsung dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan cepat. dari kejadian itu saya mencoba riset tentang balita kejang tanpa demam. sebagai orang tua, terutama yang baru menjadi orang tua perlu tahu kejadian ini, agar bisa mencegah bagaimana tindakan yang harus dilakukan pertama kali. berikut ulasan

bayi kejang


Kenali apa itu Kejang?

Dari hasil riset dokter mengatakan bahwa kejang tanpa demam terjadi 0,4 % pada populasi anak dibawah umur lima tahun. jika kejadian ini terus berlangsung ada yang mengatakan kemungkinan besar epilepsi. dan fakta terbaru dari teman saya yang anaknya mengalami kejang - kejang, dokter menyatakan negatif epilepsi.

Salah satu rumah sakit umum di slawi, kabupaten tegal, dokter mengatakan sedang observasi ulang mengenai kejang - kejang yang terjadi pada anak di bawah umur lima tahun. hal ini menjadi bingung bagi orang tua. semoga secepatnya ada kejelasan mengenai kejang - kejang pada anak. Penyebab terjadinya kejang beragam.

Penyebab bayi kejang?

Fungsi dan gerak tubuh diatur oleh otak lewat hantaran sinyal listrik atau disebut dengan neuratransmitter yang dikirim menuju saraf -saraf otot. kejang terjadi akibat adanya kelainan aktivitas sinyal listrik tersebut sehingga menyebabkan gangguan pada gerak sensasi kesadaran atau menimbulkan perilaku ganjil tanpa disadari dan tanpa bisa dikendalikan oleh si empunya tubuh. Namun yang paling umum adalah trauma pada jaringan otak yang dapat memicu terjadinya kejang. serangan kejang yang berulang atau biasa disebut paroksismal dapat ditangani dengan obat antikonvulsan.

Tanda dan Gejalanya?

Saat kejang si anak akan kehilangan kesadaran dan tiba - tiba terjatuh, tatapan mata pun kkosong atau terbalik ke atas, badan kaku, dan gerakan - gerakan kejut yang terjadi pada tangan dan kaki, kejang biasanya bertahan tidak lebih dari lima menit.

Apa yang harus saya lakukan ?

Memang ketika kita baru menemui kejadian serupa akan terjadi panik dan hal yang tidak perlu sampai dilakukan. dan bisa jadi itu membahayakan keselamatan si anak. untuk itu mari kita berbagi pengalaman agar kita tahu tindakan apa yang harus dilakukan pertama kali untuk menyelamatkan si buah hati.

Pertolongan pertama yang dapat kita lakukan jika terjadi kejang pada anak. baringkan si buah hati pada bidang datar seperti lantai, kasur atau tanah. pindahkan ia ke tempat yang lebih aman hanya jika terserang kejang di tempat yang berbahaya.

Setelah kejang mereda dan pulih kembali, biarkan ia tidur dan beristirahat, otak si buah hati mengalami korslet sesaat saat kejang atau tidak sadarkan diri. lengkah terbaik yang dapat dilakukan adalah membiarkan ia beristirahat. jika kejang berangsur terus menerus atau sering kambuh (paroksimal) maka diskusikan kepada dokter anak mengenai terapi yang dibutuhkan. dan dbeberapa dokter akan menyarankan untuk meningkatkan dosis antikovulsan yang tengah mengkonsumsi. jika ia melewati dosis, gandakan pemberian dosis dari yang diresepkan. tidak perlu membawa ke UGD setiap kejang berlangsung. kecuali ia terdiagnosis epilepsi.

Lalu kapan harus saya bawa ke dokter?

Pertama hubungi bantuan gawat darurat (112), jika jauh dari rumah sakit, kejang berlangsung lebih dari lima menit, jika anak mengidap epilepsi biasanya kejang berlangsung lebih dari sepuluh menit.
(umumnya, insidensi epilepsi tidak akan melukai otak jika tidak berlangsung lebih dari 30 menit)

Segera bawa ke dokter, jika si buah hati tidak pernah mengalami kejang sebelumnya, kejang kambuhan terjadi sangat sering, kejang susulan, pingsan tidak sadar- sadar selama lebih dari 2 jam

Ini Pencegahannya!

Sebagai langkah pencegahan, hindari anak dari kegiatan yang dianggap akan memicu terjadinya kejang. Hindari aktivitas berat. 

Terima kasih telah membaca dan silahkan di share agar semua bisa meraskan manfaatnya.

No comments for "Bayi kejang - kejang tanpa demam, apa penyebabnya?apa solusinya?"