Sertifikasi sebelum menikah, banyak pro kontranya

Minggu - minggu ini sedang heboh bahkan menjadi viral soal sertifikasi siap menikah bagi calon pengantin. semenjak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menteri PMK) yakni pak Muhadjir Effendy menuturkan bahwa mulai tahun depan (tahun 2020) calon pengantin harus melakukan sertifikasi siap nikah terlebih dahulu. tentunya setelah ini di umumkan banyak masyarakat yang pro dan kontra. ada positifnya juga sih kalo dipikir - pikir. coba sih dikipir sampe nan jauh. iyah jauh. jangan cuma sekarang aja.

 Sertifikasi Siap Nikah Atau Pra Nikah?

Oke mari kita bahas baik - baik jangan sampai emosi. ini demi kebaikan bersama. apa saja, pertama apa itu sertifikasi pra nikah atau sertifikat siap nikah?. Bahwa Sertifikat yang harus mempunyai syarat terpenuhi sebelum menikah. seperti kesiapan kedua calon, bagaimana hidup berumah tangga nanti, kejujuran dalam menghadapi rumah tangga. yang intinya mengurangi angka perceraian, di indonesia angka perceraian setiap tahun meningkat, provinsi jawa timur menempati urutan pertama soal perceraian, sedangkan jawa tengah dan jawa barat saling salip menyalip. 



Dari angka perceraian tersebut bahwa memang perlu adanya bimbingan pra nikah, entah itu dari calon pengantin pria atau wanita. agar saling mengenal lebih jauh. baiknya lagi mengurangi perjodohan yang tak saling menyukai, ini juga salah satu faktor mengenai angka perceraian. apa iya kita nikah hanya karena cinta? rumah tangga nanti mau kasih apa? cinta? kan kita tetep makan nasi. ada juga yang cerai karena masalah sepele atau salah paham yang memang keduanya tidak mengalah. hingga masalah itu menjadi besar dan terjadi perceraian. memang sih ada yang bilang kalau rumah tangga gak ada cekcok gak seru, justru setiap ada cekcok juga ada bahayanya juga. bisa jadi itu menuju perceraian.

Terjadinya perceraian ketika sudah berumah tangga lama sampai mempunyai anak, imbasnya pada mental si anak tersebut, kurangnya kasih sayang akan merubah hidup si anak ini sampai tua, iya kalau anak ini di lingkungan yang memang di kelilingi orang baik, coba kalau di kelilingi lingkungan yang kurang baik. akan merubah semua tingkah laku si anak ini. tidak bisa membatasi diri mana yang baik atau mana yang buruk. faktanya memang seperti itu di kehidupan kita. anak yang broken home akan mudah percaya pada setiap orang dan akan melakukan apa yang dia inginkan tanpa ada batasan pada diri sendiri.

Apa Saja sisi Positif adanya Sertifikasi Pra Nikah?

1. Mengurangi angka perjodohan oleh orang tua.

Mengapa mengurangi angka perjodohan. maksud perjodohan disini adalah orang tua yang menjodohkan anaknya tanpa ada rasa saling suka dan cinta pada masing - masing calon pengantin, yang imbasnya adalah ketika berumah tangga. tentunya adanya cekcok terus menerus, terjadinya perselingkuhan. dengan adanya program seperti ini akan menguntungkan bagi calon pengantin yang dijodohkan. termasuk mengurangi angka perceraian juga. cukup siti nurbaya saja. generasiku jangan!

2. Persiapan yang sangat matang bagi kedua calon mempelai.

Kedua calon akan lebih siap menghadapi permasalahan yang sering ada di rumah tangga. melalui Sertifikasi ini kedua calon bisa saling mawas diri atau menemukan solusi di setiap masalah. banyak masalah atau banyak cekcok yang tidak berujung adanya solusi jika tidak ada program sertifikasi ini. ada banyak masalah perceraian yang kasusnya adalah sepele. itu karena tidak saling mencari solusi.

3.  Sebagai referensi hidup berkeluarga yang harmonis

Akan menjadi pandangan bagi calon pengantin, bagaimana bisa membina rumah tangga yang utuh dan menghindari cekcok di rumah tangga. bisa saling memberi solusi dalam setiap permasalahan yang akan datang. 

4. merubah pola pikir kedua calon yang lebih baik 

Tentunya pola pikir kita harus berubah setelah menikah, banyak yang harus di pikirkan dalam berumah tangga. saling bermusyawarah untuk kelangsungan hidup bersama.

dan banyak lagi sisi positifnya.  "bagaimana tanggapan masyarakat dan agama ?"
masyarakat kebanyakan setuju dengan program ini. kalau di menurut agama semuanya sama sebenarnya ada bimbingan pra nikah. misalnya di agama katolik, calon pengantin akan diberi bimbingan beberapa kali sebelum menikah sampai hari dimana mereka sah menjadi suami istri, bahkan di mading gereja pun di pasang bahwa calon ini akan menikah dengan si itu. memberikan bimbingan bagaimana menjadikan rumah tangga yang baik dan harmonis. setiap kali ke gereja pasti diumumkan bahwa si ini akan menikah. kok gitu? kenapa? agar semuanya kenal bahwa ini kan menikah dan jika calon mempunyai masalah akan segera tahu karena di umumkan di gereja setiap mmereka beribadah.

Agama kristen pun sama, adanya bimbingan pra nikah, jadi kalau adanya sertifikasi seperti ini tinggal ngurus administrasinya saja. terus bagaimana dengan islam?apakah islam sama? ya sebenarnya sama. adanya bimbingan pra nikah cuma di dalam agama islam itu di bahas di beberapa kitab, cuma di bahas ketika kita mondok dan tidak saat pra nikah. bahkan sampai kitab yang membahas hubungan intim. 

Di agama Katolik tertulis bahwa "Karena apa yang sudah di satukan tuhan, tidak dapat di ceraikan oleh manusia." kalaupun cerai secara negara, diagama mereka yang melakukan tersebut tidak dianggap cerai, kalupun mau mengurus di agamanya, akan dipersulit. 

ya memang harusnya seperti itu, tidak ada perceraian. karena semua masalah pun harus di hadapi bukan untuk di hindari, kalau ada masalah anggap saja itu ujian untuk melatih kesabaran. bagaimana menurutmu? apakah program ini baik bagi kamu? atau buruk?

kalau saya sih ini positif, kenapa? ya memang positif. sekarang saya tanya? apakah hanya karena cinta saja kamu langsung menikah tanpa memikirkan kelangsungan hidup bersama? enggak kan? memberikan pelajaran bagi keduanya untuk menambah wawasan jangan sampai bertengkar yang berujung perceraian. saling nalar atau peka terhadap masalah hidup berkeluarga. saling mengerti kekurangan masing - masing calon pengantin.

logika saja sih sebenarnya, gak cukup hanya sayang - sayangan. hidup itu seperti roda berputar. jadi masalah tetap ada yang memang harus di hadapi oleh kedua calon pengantin. dan juga memberikan pengertian terhadap perempuan bahwa jangan hanya memikirkan materil saja, tp saling membangun keharmonisan rumah tangga kelak. jangan sampai anak yang menjadi imbas atau korban broken home. sangat bahaya sekali jika terjadi. kasihan pada anak tersebut. 

kalau di jawa itu nalar itu penting bagi semua orang, kenapa? karena merubah cara berpikir dalam menghadapi masalah, yang susah itu watak seseorang, kita hanya bisa menasehatinya. tidak bisa merubah kecuali mendapat hidayah langsung dari tuhan.

jadi gimana? perlukah adanya sertifikasi? 


simpan saja jawaban itu dan rembug atau musyawarahkan kedua calon pengantin dan calon besan juga. agar mendapatkan solusi yang terbaik. 

bagaimana kalau tidak lulus sertifikasi?


nah, disini lah kita berpikir, bagaimana agar lulus sertifikasi. disini pula harus mawas diri. apa yang kurang. apa yang harus di perbaiki. jadi calon pengantin berpikir lebih jauh.

selamat menikah!

No comments for "Sertifikasi sebelum menikah, banyak pro kontranya"

Berlangganan via Email